Tabelhasil belajar fisika materi getaran dan gelombang untuk siswa tunarungu kelas VIII dalam 3 tahun terakhir merupakan tingkat pe- nguasaan materi yang diperoleh dari hasil pembelajaran dikelas.Siswa tunarungu yang ada di SLB N 1 Kotagajah pada dasarnya memiliki tingkat kecerdasan yang baik dan setara dengan anak normal.
Membantumenguasai pelajaran satu ini maka lakukan beberapa metode belajar fisika yang menyenangkan berikut: Minta dijelaskan ulang Pelajaran fisika yang memang berisi teori sekaligus materi hitung membuat banyak orang tidak Membuat kelompok belajar Semakin terlatih dalam mempelajari fisika
Modelpembelajaran Course Review Horay (CRH) adalah metode atau strategi yang meriah dan menyenangkan dimana siswa diajak bermain sambil belajar melalui pemahaman konsep menggunakan kotak yang diisi dengan soal dan diberikan nomor untuk menuliskan jawabannya, siswa yang paling cepat mendapatkan tanda benar diwajibkan berteriak "hore!" atau yel-yel meriah lainnya
FisikaGasing adalah suatu metode pembelajaran fisika yang diciptakan dan dikembangkan pada tahun 1996 oleh Prof. Yohanes Surya agar fisika dapat dipelajari dan diajarkan secara gampang, asyik dan menyenangkan. Metode Gasing merupakan terobosan reformasi dalam pembelajaran fisika karya anak Bangsa.
PembelajaranFisika Gampang Asyik dan Menyenangkan di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Beli Pembelajaran Fisika Gampang Asyik dan Menyenangkan di The Books Onshop. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia!
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Proses pembelajaran selama ini masih didominasi oleh guru sehingga belum memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikir. Cara guru mengajar yang hanya satu arah teacher centered menyebabkan penumpukan informasi atau konsep saja yang kurang bermanfaat bagi siswa. Guru selalu menuntut siswa untuk belajar, tetapi tidak mengajarkan bagaimana siswa seharusnya belajar dan menyelesaikan masalah. Berlakunya kurikulum merdeka menuntut perubahan paradigma pembelajaran salah satunya adalah pembelajaran yang berpusat pada guru beralih pada siswa student centered. Tetapi, masalah lain pun muncul dikarenakan jumlah alat praktikum yang masih terbilang minim yang membuat siswa, kurang bersemangat dalam melakukan kegiatan praktikum, hal ini dikarenakan ketika melakukan praktikum harus bergantian satu teman dengan teman yang untuk mengatasi hal tersebut, maka apa yang harus kita lakukan sebagai pendidik???? Berdasarkan pengalaman pribadi, penulis mencoba menggunakan model pembelajaran dengan mengunakan media visual berupa youtube, untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, dengan asumsi siswa mampu menerima pembelajaran yang kita berikan, tetapi masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan melalui media visual berupa youtube dan masih kesulitan untuk mengikuti penjelasan materi melalui youtube walaupun sudah diulang dan diputar berkali-kali. Sebagai pendidik tentunya kita tahu memang latar belakang dari siswa sangat beragam dan berbeda-beda kebutuhannya. Tentunya kita harus bisa memberikan pembelajaran klasikal yang disesuaikan dengan kemampuan klasikal siswa, dimana memperhatikan kemampuan anak yang cepat dan lambat dalam menerima penjelasan materi. Lalu apa yang harus kita lakukan para sahabat pedidik...? nah sedikit saran berdasarkan pengalaman penulis sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Sale Kabupaten Rembang yang banyak sekali halang rintangnya, yang penulis lakukan adalah menggunakan virtual lab "phet". Dengan menggunakan virtual lab "phet", dapat melakukan praktikum fisika secara virtual, sehingga para siswa dapat praktik secara mandiri maupun berkelompok. Nah dengan hal ini pendidik dapat dengan leluasa menggunakan strategi pembelajaran yang diinginkan. Pendidik dapat menggunakan berbagai model, pendekatan, metode, media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Misalkan ada pertanyaan "bagaimana jika menggunakan metode diskusi kelompok? Apakah tetap masih bisa berjalan?" jawabannya adalah sangat bisa. Karena dengan menggunakan virtual lab tersebut, siswa dapat leluasa mencoba berbagai macam praktikum yang ada di virtual lab tersebut. Sehingga akan menumbuhkan rasa senang siswa terhadap materi yang kita menggunakan media virtual lab tersebut, dapat sedikit membantu terutama dalam belajar Fisika dalam mata pelajaran IPAs. Jika ada solusi lain dari teman-teman pendidik sekalian dimohon untuk memberikan sarannya demi membangun pendidik dan siswa di era milenial menuju pendidikan abad 21 dan masa depan yang serba Unik Setyorini Lihat Pendidikan Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Rendahnya kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran dalam pendidikan merupakan masalah yan penting bagi setiap bangsa yang sedang berkembang atau yang telah maju sebab pendidikan merupakan salah satu tolak ukur krmajuan suatu bangsa. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan dilihat dari kualitas proses dan hasil belajar yang bermanfaat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam undang-undang No. 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa " tujuan pendidkan nasional dalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman danbertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memilliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan".Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Melalui pendidikan fisika siswa dilatih untuk dapat berpikir secara kritis, logis, cermat, sistematis, kreatif dan inovatif. Hal ini merupakan beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pendidikan fisika yang baik. Di samping itu ada beberapa sikap positif yang dapat berguna dalam pemecahan masalah percaya diri, pantang menyerah, ulet dan disiplin dalam melalukan segala sesuatu. Pendidkan fisikan yang terbaik hanya akan terjadi jika proses belajar mengajar fisika di dalam kelas berhasil membelajarkan siswa untuk berpikir dan bersikap. Pada kenyatan yang sering kita lihat di sekolah, terdapat siswa yang tidak menyukai pelajaran fisika. Sebagian siswa menggangap bahwa pelajaran fisika itu sebagai pelajaran yang menakutkan, sulit serta membosakan. Pandangan negatif siswa terhadap pelajaran fisika ini menyebabkan rendahnya hasil belajar dan minat belajar siswa terhadap pelajaran fisika. Pada hal jika ditelisik dari konsep pembelajaran, pelajaran fisika semestinya menjadi mata pelajaran yang sangat menyenangkan dan di sukai oleh beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa pelajaran fisika tidak di sukai oleh siswa, salah satunya adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar di kelas. Masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional atau metode ceramah. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang paling mudah, padahal tidak semua mata pelajaran cocok menggunakan metode ceramah. Dengan metode ceramah pusat pembelajaran hanya terletak pada guru, siswa lebih banyak menengarkan dan mencatat informasi tanpa mengetahui konsep dari pembelajaran itu sendiri. Sehingga keterampilan yang ada di dalam diri siswa tidak dapat terlatih dengan baik. Selain itu juga, minat belajar siswa terhadap pelajaran fisika akan menurun dan akan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika. Proses pembelajaran yang berlangsung satu arah dan monoton tersbut menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang dapat meningkatkan minat belajar siswa yang pada akhirnya tidak bisa dipugkiri masih banyak menggangap fisika sebagai pelajaran yang sulit dan menbosankan. Sehingga, siswa tidak dapat menerapkan konsep pembelajaran fisika dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru yang dibuat sedikit berbeda. Oleh karena itu dalam pembelajaran fisika guru perlu menggunakan model pembelajaran yang tepat dan menarik sehingga siswa lebih termotivasi dalam pembelajaran problem solving pada dasarnya merupakan hakikat tujuan pembelajaran yang menjadi kebutuhan peserta didik dalam menghadapi kehidupan nyata. Didalam kehidupan sehari-hari peserta didik telah banyak dihadapkan dengan sebuah masalah baik dilingkungan rumah, sekolah ataupun di masyarakat. Kurangnya kepercayaan uang di berikan kepada peserta didik di lingkugan keluarga untuk menghadapi masalah-masalah yang ada merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peserta didik tidak terlatih untuk melalukan problem solving. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Fisika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti tentang semesta dan bagaimana ia bekerja. Beberapa ilmuwan fisika yang terkenal dan berpengaruh diantaranya adalah Galileo Galilei yang disebut sebagai Bapak Fisika Modern, Albert Einstein si Genius yang menemukan persamaan E=mc2, Isaac Newton dengan penemuan terkenalnya tentang gravitasi, dan Thomas Edison yang membantu seluruh dunia menjadi terang dengan penemuan lampu pijarnya. Fisika termasuk salah satu ilmu sains yang menarik, sebab setiap muncul teori baru bukan hanya membawa jawaban melainkan juga teka-teki baru yang harus dipecahkan. Sehingga selama alam semesta masih ada, maka belajar fisika juga tak akan ada habisnya. Sayangnya, sama seperti matematika, fisika juga kerap dianggap menakutkan dan dikenal sangat sulit bagi sebagian murid karena memiliki banyak rumus serta hitungan yang kompleks. Hal ini ternyata berpengaruh dan membuat belajar fisika seolah terasa sangat berat dan seperti mustahil dilakukan. Padahal, fisika juga erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, tentu akan sangat menguntungkan jika dapat memahaminya, bukan? Ternyata, ada hal-hal yang bisa dilakukan agar belajar fisika terasa menyenangkan, lho, langsung saja simak tips-tipsnya berikut ini. 6 Tips Menyenangkan Belajar Fisika 1. Pikiran Mempengaruhi Perilaku Benarkah fisika sulit? Sebetulnya tidak juga. Sulit tidaknya suatu hal tergantung bagaimana kamu memandangnya. Sayangnya, banyak yang berpikir bahwa belajar fisika adalah hal yang rumit, tidak menyenangkan, dan bikin sakit kepala, sehingga mempelajarinya pun menjadi sulit bahkan bisa memunculkan rasa malas. Dalam rumpun Ilmu Psikologi terdapat terapi CBT atau Cognitive Behavioral Therapy yang memungkinkan merubah perilaku dengan cara memperbaiki pemikiran yang keliru. Sehingga bila mengacu pada konsep CPB ini, agar memunculkan semangat belajar fisika menjadi lebih lancar, kamu perlu menghilangkan pemikiran bahwa fisika itu tidak mudah. 2. Belajar dari Dasar Belajar ilmu pasti yang selalu terkait dengan rumus memerlukan usaha yang keras dan proses yang tidak sebentar. Sama seperti ketika bayi baru lahir, tak mungkin langsung bisa berlari, kan? Bayi akan belajar tengkurap, duduk, merangkak, berjalan perlahan, baru kemudian bisa berlari. Belajar fisika juga sebaiknya dimulai dengan mempelajari bab paling dasar terlebih dahulu agar memiliki pemahaman yang baik sehingga ketika mengerjakan persoalan yang rumit, kamu tidak kebingungan. Baca juga Fisika Kuantum 3. Pahami, Bukan Menghafal Dalam proses belajar fisika, kamu tak bisa hanya dengan menghafal rumus, misalnya rumus gaya F = m x a. Tetapi, kamu perlu juga mengerti seluk beluk rumus tersebut, bahwa gaya adalah salah satu besaran turunan dan memiliki satuan newton N, sekaligus familiar dengan istilahnya; F = gaya, m = masa benda, dan a = percepatan. Dengan mengerti suatu rumus atau materi secara menyeluruh akan membantu kamu untuk lebih memahami dan membantu ketika mengerjakan soal-soal nanti yang biasanya terdapat modifikasi. 4. Mencatat dan Membuat Rangkuman Salah satu metode yang ampuh untuk membantu memahami materi adalah dengan metode membuat rangkuman dan mencatat manual. Ketika mencatat, kamu tak hanya membaca namun juga menuliskan ulang seluruh bacaan itu ke dalam kertas. Nah, proses menulis ulang inilah yang bisa membantu kamu untuk mengingat kembali materi tersebut. 5. Perbanyak Latihan Soal Kadangkala, satu rumus bisa dimodifikasi menjadi puluhan tipe soal yang berbeda. Sayangnya ketika ujian, kita tidak bisa menebak tipe soal manakah yang akan muncul nantinya. Karena itu sangat disarankan untuk memperbanyak latihan mengerjakan soal-soal dengan tipe dan kesulitan yang berbeda-beda. Sebab semakin banyak kamu berlatih mengerjakan soal dengan tipe-tipe yang berbeda, maka kemampuan dan pemahaman kamu akan semakin meningkat. 6. Cari Referensi yang Menyenangkan Belajar yang efektif tentu saja membutuhkan sumber atau referensi yang valid. Untungnya sekarang telah banyak tersedia media online seperti Youtube dimana kamu bisa menemukan konten-konten menarik untuk belajar fisika. Namun, bila kamu lebih suka membaca, ada banyak pula judul-judul buku yang bisa kamu coba untuk dijadikan referensi belajar. Salah satunya adalah buku 100% Jawara Fisika karya Taufik Hidayat, sangat cocok untuk kamu yang sedang duduk di bangku SMA dan isinya begitu lengkap untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional. Buku ini berisi materi dasar sampai akhir dengan penjelasan yang mudah dimengerti, contoh soalnya bervariasi, dan dilengkapi juga dengan pembahasannya. Jika kamu lebih suka belajar dengan gambar yang lucu dan menarik, bosan dengan buku teks yang penuh dengan tulisan, mungkin buku Kartun Fisika karya Larry Gonick bisa kamu coba. Buku Kartun Fisika dilengkapi dengan ilustrasi semacam komik, penjelasannya disisipi humor, dan disertai penjelasan grafis yang membuat konsep terasa lebih mudah dimengerti. Kalau kamu penasaran dengan kedua buku tersebut, kamu bisa mengunjungi laman untuk membeli buku fisiknya, atau kamu dapat membaca e-booknya secara legal di Gramedia Digital.
Mungkin selama ini setiap guru memiliki permasalahan serupa, yakni kesulitan dalam menetapkan metode pembelajaran yang tepat pada peserta didiknya. Terlebih lagi, setiap siswa memiliki kepribadian dan karakteristik yang berbeda. Bisa jadi metode belajar tertentu cocok untuk siswa A, dan sebaliknya dianggap kurang menarik bagi siswa B. Untuk itulah, guru perlu memahami apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran agar tercipta proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Pengertian Metode Pembelajaran Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan dalam mengimplementasikan rencana belajar yang telah disusun melalui kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sederhananya, metode pembelajaran merupakan alur kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan materi kepada siswa yang dilakukan dari awal sampai akhir. Macam-macam Metode Pembelajaran Terdapat beberapa metode pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli. Beberapa di antaranya adalah Metode ceramah Metode ceramah adalah metode pembelajaran yang paling sering digunakan, dimana guru memberikan materi kepada peserta didik secara lisan. Karena tidak menggunakan media, metode pembelajaran ini bersifat praktis dan ekonomis. Meskipun begitu, guru perlu memikirkan agar penyampaian materi bisa diterima dengan baik oleh siswa, karena penggunaan metode ceramah secara terus-menerus dapat menimbulkan kebosanan dan dikhawatirkan siswa tidak bisa menerima pembelajaran dengan maksimal. Metode diskusi Metode diskusi adalah kegiatan yang melibatkan peserta didik untuk aktif menyampaikan pendapat atau gagasan yang ada untuk bisa memecahkan sebuah permasalahan. Penerapannya biasanya membagi siswa ke beberapa kelompok untuk memecahkan sebuah persoalan secara bersama-sama. Tujuannya, selain mampu memecahkan permasalahan, siswa juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terkait masalah yang dibahas, berani mengeluarkan pendapat, serta mengambil keputusan. Metode demonstrasi Metode demonstrasi adalah metode pembelajaran yang menggunakan kegiatan peragaan atau demonstrasi untuk memperjelas suatu teori, kejadian, atau cara kerja suatu alat. Jika pada kegiatan praktikum siswa dapat berpartisipasi dan secara langsung mencoba, pada metode demonstrasi hanya diperagakan oleh guru di hadapan peserta didik. Metode eksperimen Metode eksperimen adalah kegiatan pembelajaran dengan melibatkan peserta didik untuk mencoba atau mempraktikkan materi pembelajaran yang sedang disampaikan. Kegiatan praktikum ini umumnya dilakukan di laboratorium, sehingga setiap eksperimen yang dilakukan dapat berjalan dengan aman. Biasanya diterapkan pada mata pelajaran yang berhubungan dengan sains ilmu alam. Metode debat Metode debat adalah metode pembelajaran yang sering digunakan di mata pelajaran sosial atau humaniora sastra. Debat atau adu argumentasi dilakukan antara dua kelompok atau lebih, bisa secara perorangan atau kelompok, untuk mengemukakan pendapat atas sikap yang diambil oleh kelompok tersebut. Biasanya, kelompok dibagi menjadi pro dan kontrak terhadap sebuah permasalahan. Tujuannya, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bicara public speaking dan mengemukakan pendapat. Metode peta konsep Metode peta konsep merupakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan cara berpikir secara runtut. Guru secara runut menjelaskan sesuatu mulai dari akar permasalahan, proses terjadinya, hingga cara penyelesaiannya. Pembuatan peta konsep berpikir ini diharapkan dapat membantu siswa untuk memahami setiap materi pembelajaran secara konseptual, dan meningkatkan daya analisis serta berpikir kritis. Metode pembelajaran daring Metode daring atau belajar secara online dengan menggunakan komputer menjadi solusi saat kegiatan belajar tidak bisa berjalan normal seperti di situasi pandemi saat ini. Untuk bisa berjalan dengan baik, akses internet sebagai media pembelajaran harus dalam keadaan optimal. Pembelajaran biasanya dilengkapi dengan pemberian modul pembelajaran, rekaman video, serta rekaman audio. Metode blended learning Blended learning adalah metode yang menggabungkan dua model pembelajaran, yaitu pembelajaran konvensional secara tatap muka dengan pembelajaran daring berbasis teknologi komputer dan internet. Dengan menggunakan metode ini, guru dapat berinteraksi langsung dengan siswa melalui video conference, meski terdapat jarak di antara mereka. Tips Memilih Metode Pembelajaran yang Tepat agar Efektif dan Menyenangkan Untuk bisa menerapkan metode pembelajaran yang tepat, seorang guru perlu memahami materi yang akan diberikan, serta karakteristik peserta didik. Artinya, guru disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran yang variatif, sehingga tidak terpaku pada satu jenis saja. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih metode pembelajaran. 1. Pahami materi yang ingin dijelaskan Dengan mengetahui materi yang disampaikan secara mendalam, guru dapat mengetahui jenis metode pembelajaran yang dirasa paling sesuai untuk menjelaskan materi tersebut. Untuk meningkatkan kreativitas, pelajari juga metode pembelajaran yang digunakan oleh orang lain untuk materi serupa. 2. Tentukan tujuan pembelajaran Mengetahui tujuan pembelajaran adalah hal utama untuk dapat mengetahui metode pembelajaran yang tepat. Apakah tujuan pembelajaran hanya sebatas agar siswa dapat menguasai materi tertentu? Atau terdapat tujuan lain seperti penguasaan soft skill tertentu yang diharapkan turut muncul melalui kegiatan belajar mengajar. 3. Pahami karakteristik siswa Mengetahui karakteristik siswa adalah salah satu tanggung jawab setiap pendidik. Mengenal kelebihan dan kekurangan mereka dapat membantu menentukan pendekatan yang harus diambil saat mengajar. Beberapa informasi yang juga dibutuhkan seperti mengetahui minat dan bakat siswa, kecerdasan dominan, gaya belajar yang sesuai, atau bagaimana motivasi belajar siswa. Kabar baiknya, Quipper Campus memiliki Tes Uji Potensi yang dapat dikerjakan secara online. Melalui hasil tes tersebut, guru bisa mendapatkan informasi awal mengenai karakteristik siswanya. 4. Pilih alternatif metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik dominan Tentu setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Jika mengetahui karakteristik dominan yang ada, setidaknya guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang diharapkan dapat diterima oleh lebih banyak siswa. Meskipun begitu, guru tetap tidak boleh abai pada siswa lainnya, sehingga tetap perlu memikirkan alternatif metode pembelajaran lain untuk bisa mengakomodir kebutuhan seluruh siswa. 5. Dalam satu kali pertemuan, terapkan beberapa metode pembelajaran Mengacu pada poin sebelumnya, bisa jadi dalam satu kali kegiatan belajar mengajar, guru dapat langsung mengkombinasikan beberapa metode pembelajaran sekaligus. Misalnya, setelah memberikan gambaran umum tentang suatu materi metode ceramah, selanjutnya memberikan peragaan metode demonstrasi, dan siswa diminta untuk melakukan percobaan secara mandiri di rumah metode eksperimen. 6. Perhatikan respons siswa Ketika memberikan pengajaran, guru dituntut untuk peka terhadap respons siswa. Perhatikan, apakah siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik atau malah sebaliknya. Sikap abai siswa terhadap penjelasan guru, merupakan cerminan awal bahwa penyampaian materi tersebut tidak mampu menarik perhatian mereka. Oleh karena itu, coba terapkan jenis metode pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya. 7. Lakukan evaluasi Untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau tidak, guru perlu memberikan evaluasi atau penilaian. Dari sini akan diketahui apakah kegiatan belajar mengajar sudah berjalan efektif atau belum. Demikian gambaran mengenai pengertian, macam-macam, dan tips memilih metode pembelajaran yang tepat. Apabila guru telah memahami hal-hal tersebut dan menerapkannya dengan baik, maka suasana yang terbangun di kelas akan menyenangkan serta materi dapat disampaikan secara efektif. Penulis Fatia QanitatEditor Tisyrin Naufalty T
Pengertian Metode Metode berasal dari kata metodos yang merupakan dua unsur kata Yunani yaitu Metha yang berarti melewati dan Hodos yang berarti jalan sehingga metode adalah jalan yang dilewati. Setiap jalan yang dilewati psti akan menuju satu titik akhir maka secara implisit Nata 2009 yang dimuat dalam jurnal daniel akbar mendefenisikan metode sebagai jalan yang ditempuh untuh mencapai tujuan. Metode Pembelajaran Kerja Kelompok Defenisi Pembelajaran Kerja Kelompok Pembalajaran kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar dengan cara berkelompok-kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas yang dirasa perlu dikerjakan secara bersama-sama. Pembelajaran kerja kelompok sangat berpengaruh dalam memotifasi belajar bagi para peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PAI. Dikatakan sedemikian, karena disebabkan Para peserta didik akan lebih terpacu untuk mencari hal-hal yang belum mereka ketahui dengan cara berdiskusi dengan para satuan kelompok mereka. Pembelajaran kerja kelompok mengandung pengertian bahwa para peserta didik dilatih membentuk suatu kepribadian kesatuan serta kebersamaan, karena dengan cara seperti ini peserta didik yang kemampuannya kurang pandai dapat bekerja sama saling tukar pengetahuan dengan peserta didik yang lebih pandai. Penerapan Pembelajaran Kerja Kelompok. Pengkelompokan dapat dilakukan oleh anak didik sendiri, namun biasanya dalam pemilihan kelompok seperti ini didasarkan atas pemilihan teman yang lebih dekat atau lebih initm. Pengkelompokan dapat pula dilakukan oleh pendidik atas pertimbangan-pertimbangan, diantaranya untuk membedakan anak didik yang cerdas , normal, dan lemah. Akan tetapi untuk pengkelompokan seperti ini tugas seorang pendidik sebagai pembimbing akan tersa lebih berat, karena harus secara cermat memperhatikan anak didik yang lemah agar jangan sampai terlalu dirugikan. Sedangkan bagi yang cerdas jangan ada annggapan bahwa dengan adanya kelompok tidak memberi manfaat baginya. Maka dalam hal ini pendidik harus memberikan tugas kepada yang lebih cerdas untuk membantu rekan-rekannya yang dibawahnya lemah. Pendidik dalam menentukan katagori anak yang cerdas dan yang lemah tidak hanya melihat dari nilai yang ada dalam rapor atau hasil tugas sehari-hari, tetapi harus dilihat juga dari kepribadian anak didik yang teori crow and crow ciri-ciri anak yang superior hebat adalah – Observasinya tajam, cepat dan jelas dalam mengatasi pelajaran.– Cepat memberikan jawaban apabila menerima pertanyaan.– Pemahamannya baik dan teratur.– Pemikirannya terang dan logis. Ciri-ciri anak yang lamban adalah Perhatiannya kurang dan jangkauan pikirannya kesukaran-kesukaran dalam memusatkan berpartisipasi dalam kegiatan akademis dan menjadi bingung dalam menghadapi masalah Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Kerja Kelompok Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran kerja kelompok, hal ini disebabkan tiap-tiap individu peserta didik berbeda-beda dalam pengetahuannya maupun kepribadiannya, Berikut beberapa kelebihan serta kekurangannya Kelebihan – Memacu motivasi peserta didik untuk aktif belajar. – Menciptakan rasa kebersamaan serta bekerja sama. – Menanamkan solidaritas antar teman dalam kelompok. – Memudahkan meleksanakan tugas dari pendidik. – Menanamkan pentingnya musyawarah dalam memecahkan suatu masalah. Kekurangan Peserta didik yang mempunyai pengetahuan lemah akan diremehakan oleh yang lebih bagi peserta didik pandai yang merasa rekan sekelompok tidak memberi kemanfaatan malas kerena jauh dari pantauan pendidik. Manfaat Apabila pendidik dalam menghadapi anak didik dikelas merasa perlu membagi-bagi anak didik dalam kelompok untuk memecahkan suatu masalah atau untuk menyerahkan suatu tugas pekerjaaan yang perlu untuk dikerjakan bersama-sama maka mengajar dengan cara kerja kelompok sangatlah tepat untuk dilaksanakan Sistem belajar kelompok di rumah bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap bahan belajar yang diberikan pendidik di sekolah. Tujuan tersebut jelas akan bermanfaat bagi peserta didik peserta diskusi kelompok. Manfaatnya antara lain meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang diajarkan pendidik di kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dengan baik. c.menumbuhkembangkan rasa sosial di antara sesama peserta sikap dan kerja sama dalam sebuah komunitas atau ajang saling berbagi ilmu kemampuan peserta didik untuk berdiskusi dan berdebat secara sehat. Metode Demonstrasi Pengertian Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah cara yang digunakan dalam penyajian pelajaran dengan cara meragakan bagaimana membuat, mempergunakan serta mempraktekkan suatu benda atau alat baik asli maupun tirua, atau bagaimana mengerjakan sesuatu perbuatan atau tindakan yang mana dalam meragakan disertai dengan penjelasan lisan. Contohnya misalnya mendemonstrasikan suatu alat, atau dalam mata pelajaran PAI dalam praktik wudhu dapat diperlihatkan tata cara berwudhu yang baik. Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode Demonstrasi Mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berkaitan dengan mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu atau menggunakan komponen-komponen sesuatuMembandingkan suatu cara dengan cara lainMengetahui atau melihat kebenaran sesuatuIngin menunjukkan suatu keterampilan. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi Tahap persiapan Menetapkan tujuan demonstrasiMenetapkan langkah-langkah demonstrasiSiapkan alat atau benda yang dibutuhkan untuk demonstrasi. Tahap pelaksanaan Mendemonstrasikan sesuatu sesuai dengan tujuan yang disertai dengan penjelasan lisanMemberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan tanya jawabMemberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba dan mempraktekkan. Tahap tindak lanjut dan evaluasi Menugaskan kepada peserta didik untuk mencoba dan mempraktekkan apa yang telah diperagakanMelakukan penelitian terhadap tugas yang telah diberikan dalam bentuk karya atau perbuatan. Sisi Positif Metode Demonstrasi Membuat pelajaran lebih menarik, lebih jelas dan lebih pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang didik dituntut aktif dalam bentuk melakukan pengamatan membandingkan antara teori dan kenyataan serta mempraktekkan secara langsung. Sisi Negatif Metode Demonstrasi Pendidik dituntut memiliki keterampilan khusus terhadap hal-hal yang memenuhi semua peralatan atau benda yang dibutuhkan untuk keperluan persiapan dan perencanaan yang matang. Metode Eksperimen Pengertian Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah cara mengajar dengan cara peserta didik diajak untuk melakukan serangkaian percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari secara teori. Metode ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami, melakukan sendiri, mengamati suatu objek, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri dan mencari kebenaran. Contohnya untuk membuktikan hukum Azas Black bahwa kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima dapat dibuktikan dengan melakukan eksperimen di laboratorium dengan menggunakan alat kalorimeter. Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode Eksperimen Pembelajaran yang menghendaki peserta didik menunjukkan keterampilan penjelasan mengenai proses terjadinya sesuatu benda atau hal atau proses penarikan kesimpulan. Langkah-langkah Penggunaan Metode Eksperimen Tahap persiapan/perencanaan Menetapkan tujuan petunjuk dan menetapkan langkah-langkah pokok eksperimenMempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan eksperimen Tahap pelaksanaan eksperimen Mengikutsertakan seluruh peserta didik dalam kegiatan pengamatan maupun kembangkan sikap kritis melalui kegiatan tanya jawab, dan diskusi tentang masalah yang kesempatan setiap peserta didik untuk melakukan percobaan sehingga peserta didik merasa yakin tentang kebenaran suatu penilaian dari kegiatan peserta didik, dalam melakukan eksperimen tersebut mulai saat persiapan dan pada waktu pelaksanaan Sisi Postif Metode Eksperimen Memberikan pengalaman praktis kepada peserta kepercayaan atas kesimpulan berdasarkan dan memupuk peserta didik menjadi ahli peneliti yang dapat menghasilkan penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi umat jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam diri peserta didik berkaitan dengan hal yang diujicobakan Sisi Negatif Metode Eksperimen Memerlukan waktu yang ini lebih sesuai digunakan untuk bidang sains dan akan mengalami kesulitan bila langsung mengadakan berbagai fasilitas dan peralatan dalam keuletan, ketelitian dan ketabahan peserta didik dalam semua eksperimen menghasilkan seperti apa yang diharapkan atau yang diteorikan, karena adanya faktor-faktor di luar jangkauan atau pengendalian pendidik atau peserta didik. Metode Resistasi Pengertian Metode Resistasi Metose resistasi atau resistatin method adalah salah satu bentuk metode pembelajaran dimana peserta didik diberikan pemahaman terhadap materi pembelajaran melalui tugas. Syaiful Sagala 2003 219 memberikan defenisi tentang metode resistasi yaitu “metode resistasi atau penugasan adalah penyajian bahan dimana pendidik memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan Pendapat lainnya menyatakan bahwa metode resistasi disebut juga metode pekerjan rumah dimana pendidik memberikan tugas tertentu kepada peserta didik diluar jam pelajaran Zuhraini,dkk,1983 96 . Dapat disimpulkan bahwasanya metode resistasi adalah metode pembelajaran dengan pemberian tugas setelah melakukan pembelajaran dan tugas dikerjakan diluar jam pelajaran sekolah. Pemberian tugas pada hakikatnya adalah mengarahkan peserta didik agar melakukan hal-hal bermanfaat disetiap waktunya sehingga akan terjadi perkembangan pengetahuan yang dimiliki. Pemberian tugas sitasi kepada peserta didik dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebelum pembelajaran yang dikenal dengan presistasi. Presistasi dimaksudkan untuk mengarahkan perhatian peserta didik terhadap motivasi dan kesiapan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran Purwati,199711, dikutip dari jurnal Hertali vita pramanta. Dan yang kedua yaitu setelah melakukan pembelajaran, inilah yang disebut dengan resistasi sebagaimana yang telah didefenisikan diawal tadi. Tujuan Pembelajaran Resistasi Pemberian tugas pada dasarnya upaya pembimbingan yang dilakukan seorang pendidik saat peserta didik tidak dalam pengawasan mereka. Adapun beberapa tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaaran resistasi ini menurut Winarno Surachmat 197991 seperti ini adalah Merangsang agar peserta didik berusaha lebih baik memupuk inisiatif , bertanggung jawab dan berdiri sendiriMembawa kegiatan-kegiatan sekolah yang berharga kepada minat peserta didik yang masih terluang waktu dari pada peserta didik agar dapat digunakan lebih konstruktifMemperkaya pengalaman sekolah dengan memulai kegiatan diluar sekolahMemperkaya hasil belajar disekolah dengan menyelenggaraka latihan yang perlu integrasi dan penggunaannya. Langkah-Langkah Penerapan Dalam pelaksanan suatu metode ada langkah-langkah  khusus yang harus diperhatikan agar metode tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Adapun hal-hal khusus yang harus diperhatikan dalam melaksanakn metode resistasi yaitu Pendidik Seorang pendidik dalam memberikan beberapa aspek penting yaituMempertimbangkan apakah tugas tersebut akan dikerjakan secara individu atau kelompokMempertimbangkan tingkat kemampuan dan kecerdasan peserta didikMudah dimengerti maksud dan tujuan pemberian tugas oleh peserta didikSelalu memantau apakah ada kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menyelesaikan tugas yang diberikan jika tugas diberikan dalam bentuk latihanSelalu siap untuk melayani pertanyaan peserta didik jika ada materi yang belum jelas atu yang belum dimengertiTidak membebani peserta didik secara berlebihan. Oleh karena itu frekuensi pemberian tugas harus tugas yang diberikan bisa berupa merangkum, membuat makalah, menyelesaikan soal, observasi, demonstrasi dan menyelesaikan proyek tertentu Peserta Didik Menurut soekamto 1997 dalam jurnal Danil Akbar dan Yoni Hermawan yang diterbitkan oleh Universitas Galuh, ada beberapa hal yang harus dituruti peserta didik, diantaranya Memilih dan mendiskusikan tugas dengan pendidikMenerima dan melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh pendidikMenyusun rencana penyelesaian tugasMencari sumber-sumber dataMengolah data baik individu maupun kelompokMenyerahkan tugas yang telah diselesaikan Kelebihan Sangat baik untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal kondusifMemupuk ras tanggung jawab terhadap semua jenis pelajaranMenumbuhkan kebiasaaan giat belajar Kekurangan Seringnya tugas rumah dikerjakan orang lainBanyak peserta didik yang hanya menyelesaikan tugas bukan mengerjakannyaSulitnya memberikan tugas di kelas yang bersifat heterogen karena perbedaan kemampuanKapasitas tugas yang melebihi batas akan membuat perspeksi negatif bagi peserta didik khususnya di tingkat awal Contoh kegiatan Sebelum melaksanakan pembelajaran diberikan suatu pre-test atau presistasi guna melihat pengetahuan dasar peserta didik terkait materi yang diajarkan. Metode Pembelajaran Drill Pengertian Metode Drill Secara defenisi yang diungkapkan oleh Rostiyah 2001125 bahwa yang dikatakan dengan metode driil yaitu suatu cara mengajar yang mana peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan , agar peserta didik memiliki ketangkasan dan keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. Dalam versi lain Jeremy Harmer menyatakaan seperti yang dimuat dalam Iam Samsiah 2014 6 bahwa method of driil are thechniquewhere teacher aks student to repeat word and phrases, either in chorus or individually, and then gets them to practise substituted but similar phrase, still under the teacher’s direction. Selanjutnya Sri Anitha 200918 menyatakan bahwa metode drill atau latihan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan yang telah dipelajari oleh peserta didik sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Hamdani juga memberikan defenisi tersendiri tentang metode drill, menurutnya metode drill yaitu metode yang mengajarkan peserta didik agar peserta didik memiliki ketegasan dan keterampilan yang lebih tinggi dari hal-hal yang teah beberapa pendapat tentang defenisi metode drill dari para ahli tersebut maka dapat kita simpulkan defenisi dari metode drill yaitu suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan latihan yang berkaitan dengan materi pelajaran guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan materi tersebut. Tujuan Pembelajaran Melalui Methode Drill Untuk memperjelas kategori yang ditonjolkan oleh suatu metode maka ada yang disebut dengan tujuan pembelajaran bermetode. Adapun tujuan pembelajaran yang diharapkan dengan memanfaatkan metode drill menurut Siti Nurhidayati 201014 adalah sebagai berikutMemiliki keterampilan motorik gerak seperti menghfal kata-kata, menulis, menggunakan alat, membuat sutu bendaMengembangkan kecakapan intelek seperti mengalikan membagi, menjumlahkan, mengurangi akardalam hitungan mencongkak, mengenal benda/bentuk dalam pelajaran static, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca dan sebagainyaMemiliki kemampuan menghubungkan atau mengkorelasikan dan juga kemampuan membandingkan sesuatu keadaan dengan yang lainnya sebagai hubungan sebab akibat. Hal-Hal yang harus diperhatikan dalam penerapan metode drill Dalam melaksanakan suatu instrument ataupun sistem maka ada hal-hal khusus yang harus diperhatikan agar instrument dan sistem dapat berjalan lancar sesuai rencana. Adapun hal-hal yang menjadi catatan khusus dalam pengaplikasian metode belajar drill yaituSifat dan jenis latihan yang diberikan. Sebagai catatan dalam melaksanakan metode drill seorang pendidik dituntut kreatif dalam memberikan bentuk latihan karena pada prinsipnya peserta didik akan bosan dengan mengulangi hal-hal yang sama dalam jangka waktu yang lama. Artinya setiap pertemuan bentuk latihan yang diberikan harus berbeda dari yang sebelumnyaSeorang pendidik yang menggunakan metode drill sejatinya harus paham nilai dari latihan yang diberikan baik dari aspek fisik ataupun mental serta aspek koognitif,afektif dan psikomotornya. Maka dari itu seorang pendidik harus bisa mengaitkan semua aspek tersebut kedalam latihan yang diberikan dan menemukan keterkaitannya dengan materi yang sedang dipelajari. Prinsip dan Ketentuan Pelaksanaan Metode Drill Beberapa prinsip yang harus dipertahankan dalam melaksanakan metode drill adalah Peserta didik harus diberikan pengertian yang mendalam sebeblum melaksanakan latihan tertentuLatihan yang pertama hendaknya bersifat diagnosisLatihan dilakukan secara rutinLatihan harus sesuai dengan tingkat kemampuan pesertaProses latihan hendaknya mementingkan hal-hal yang bersifat esensial dan berguna. Adapun menurut hamdani 2011273 dalam bukunya menyatakan bahwa ketentuan pelaksanaan metode belajar drill yaitu Latihan TerkontrolPendidik meberikan latihan soal dan meminta peserta didik untuk mengerjakannyaPendidik memberi rahan dan petunjuk-petunjuk dalam menyelesaikan tugas yang diberikanPendidik memberikan bantuan kepada peserta didik yang membutuhkan bantuan ataupun yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas tersebutPendidik memberikan perbaikan atau jawaban yang benar dri soal tersebut setelah peserta didik selesai mengerjakannya Latihan MandiriPendidik memberikan beberapa soalPendidik meminta peserta didik untuk menyelesaikan soal tersebut dengan memberikan waktu yang cukupPendidik mengumpulkan hasil kerja peserta didik tersebutPendidik menilai hasil pekerjaan peserta didik Kelebihan Menurut Hamdani 2011, kelebihan metode ini yaitu Ketegasan dan keterampilan peserta didik meningkat lebih tinggi dari hal-hal yang dipelajariSeorang peserta didik benar-benar mengerti hal-hal yang telah dipelajari karena langsung diingatkan dengan latihan yang dikerjakanNana Sudjana1995 menambahkan,Dalam waktu singkat dapat diperoleh keterampilan dan penguasaan yang diharapkan. Kekurangan Menurut Nana Sudjana 1995 kekurangan dari metode ini yaitu Menghambat daya inisiatif dan eksploratif peserta didikKurang memperhatikan relevansi dengan lingkunganMembentuk kebiasaan-kebiasaan yang otomatis dan kakuHadja Sapoetra 2010 juga menyatakan kekurangan dari metode ini yaitu Dapat menimbulkan verbalisme terutama pada pelajaran yang bersifat menghafal. Dimana peserta didik terlatih untuk menguasai materi elajaran dengan cara menghafal dan secara otomatis mengingatkannya kepada pertanyaan penuntun tanpa membuat mereka berpikir logis. Contoh pelaksanaanSuatu pembelajaran yang ketika menyampaikan materi pelajaran pendidik menyelingi dengan memberikan latihan-latihan agar peserta didik tidak terpaku dengan penjabaran yang disampaikan oleh pendidik. Metode Pemecahan Masalah Defenisi Pemecahan Masalah Metode pemecahan masalah problem solving adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih peserta didik menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara masalah merupakan proses dari menerima tantangan dan usaha – usaha untuk menyelesaikannya sampai menemukan penyelesaiannya. menurut Syaiful  Bahri Djamara 2006 103 bahwa Metode problem solving metode pemecahan masalah bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode lain yang dimulai dari mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Menurut 1987146 metode problem solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha untuk mencari pemecahan atau jawabannya oleh peserta didik. Sedangkan menurut  Gulo 2002111 menyatakan bahwa problem solving adalah metode yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Senada dengan pendapat diatas Sanjaya 2006214 menyatakan pada metode pemecahan masalah, materi pelajaran tidak terbatas pada buku saja tetapi juga bersumber dari peristiwa – peristiwa tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Ada beberapa  kriteria pemilihan bahan pelajaran untuk metode pemecahan masalah yaitu a Mengandung isu – isu yang mengandung konflik bias dari berita, rekaman video dan lain – lainb Bersifat familiar dengan peserta didikc Berhubungan dengan kepentingan orang banyakd Mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki peserta didik sesuai kurikulum yang berlakue Sesuai dengan minat peserta didik sehingga peserta didik merasa perlu untuk mempelajari Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari  metode pemecahan masalah banyak digunakan pendidik bersama dengan penggunaan metode lainnya. Dengan metode ini pendidik tidak memberikan informasi dulu  tetapi informasi diperoleh peserta didik setelah memecahkan pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau problem solving merupakan bagian dari pembelajaran berbasis masalah PBL. Menurut Arends 2008 45 pembelajaran berdasarkan masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana peserta didik mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri. Pada pembelajaran berbasis masalah peserta didik dituntut untuk melakukan pemecahan masalah-masalah yang disajikan dengan cara menggali informasi sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dicari solusi dari permasalahan yang ada. Solusi dari permasalahan tersebut tidak mutlak mempunyai satu jawaban yang benar artinya peserta didik dituntut pula untuk belajar secara kritis. Peserta didik diharapkan menjadi individu yang berwawasan luas serta mampu melihat hubungan pembelajaran dengan aspek-aspek yang ada di pendapat di atas maka dapat disimpulkan metode pembelajaran problem solving adalah suatu penyajian materi pelajaran yang menghadapkan peserta didik pada persoalan yang harus dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran ini peserta didik di haruskan melakukan penyelidikan otentik untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang diberikan. Mereka menganalisis dan mengidentifikasikan masalah, mengembangkan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis informasi dan membuat dari penggunaan metode problem solving pada proses belajar mengajar untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik. Menurut Djahiri 1983133 metode problem solving memberikan beberapa manfaat antara lain Mengembangkan sikap keterampilan peserta didik dalam memecahkan permasalahan, serta dalam mengambil kepuutusan secara objektif dan mandiriMengembangkan kemampuan berpikir para peserta didik, anggapan yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan makin bertambahMelalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses dalam situasi atau keadaan yang bener – bener dihayati, diminati peserta didik serta dalam berbagai macam ragam altenatifMembina pengembangan sikap perasaan ingin tahu lebih jauh dan cara berpikir objektif – mandiri, krisis – analisis baik secara individual maupun kelompokPenyelesaian masalah. Menurut David Johnson dan Johnson dapat dilakukan melalui kelompok dengan prosedur penyelesaiannya dilakukan sebagai berikut 2002 117 1. Mendifinisikan MasalahMendefinisikan masalah di kelas dapat dilakukan sebagai berikuta Kemukakan kepada peserta didik peristiwa yang bermasalah, baik melalui bahan tertulis maupun secara lisan, kemudian minta pada peserta didik untuk merumuskan masalahnya dalam satu kalimat sederhana brain stroming. Tampunglah setiap pendapat mereka dengan menulisnya dipapan tulis tanpa mempersoalkan tepat atau tidaknya, benar atau salah pendapat Setiap pendapat yang ditinjau dengan permintaan penjelasan dari peserta didik yang bersangkutan. Dengan demikian dapat dicoret beberapa rumusan yang kurang relevan. Dipilih rumusan yang tepat, atau dirumuskan kembali rephrase, restate perumusan – perumusan yang kurang tepat. akhirnya di kelas memilih satu rumusan yang paling tepat dipakai oleh semua. 2. Mendiagnosis masalahSetelah berhasil merumuskan masalah langkah berikutnya ialah membentuk kelompok kecil, kelompok ini yang akan mendiskusikan sebab – sebab timbulnya masalah 3. Merumuskan Altenatif StrategiPada tahap ini kelompok mencari dan menemukan berbagai altenatif tentang cara penyelesaikan masalah. Untuk itu kelompok harus kreatif, berpikir divergen, memahami pertentangan diantara berbagai ide, dan memiliki daya temu yang tinggi 4. Menentukan dan menerapkan StrategiSetelah berbagai altenatif ditemukan kelompok, maka dipilih altenatif mana yang akan dipakai. Dalam tahap ini kelompok menggunakan pertimbangan- pertimbangan yang cukup cukup kritis, selektif, dengan berpikir kovergen Berdasarkan pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan langkah – langkah yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam memberikan pembelajaran problem solving sebagai berikut 1. Merumuskan masalahDalam merumuskan masalah kemampuan yang diperlukan adalah kemampuan mengetahui dan merumuskan suatu masalah. 2. Menelaah masalahDalam menelaah masalah kemampuan yang diperlukan adalah menganalisis dan merinci masalah yang diteliti dari berbagai sudut. 3. Menghimpun dan mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesisMenghimpun dan mengelompokkan data adalah memperagakan data dalam bentuk bagan, gambar, dan lain-lain sebagai bahan pembuktian hipotesis. 4. Pembuktian hipotesisDalam pembuktian hipotesis kemampuan yang diperlukan adalah kecakapan menelaah dan membahas data yang telah terkumpul. 5. Menentukan pilihan pemecahan masalah dan keputusanPembelajaran problem solving ini memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun keunggulan model pembelajaran problem solving diantaranya yaitu melatih peserta didik untuk mendesain suatu penemuan, berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang di hadapi secara realistis, mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan, menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan, merangsang perkembangan kemajuan berpikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat, serta dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan khususnya dunia kelemahan model pembelajaran problem solving itu sendiri seperti beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misalnya terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan peserta didik untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Dalam pembelajaran problem solving ini memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Tahap Pembelajaran dengan menggunakan Metode Pemecahan Masalah 1    Merumuskan masalahMengetahui dan merumuskan masalah secara jelas 2    Menelaah masalahMenggunakan pengetahuan untuk memperinci menganalisa masalah dari berbagai sudut 3    Merumuskan hipotesisBerimajinasi dan menghayati ruang lingkup, sebab – akibat dan alternative penyelesaian 4Mengumpulkan dan  mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesisKecakapan mencari dan menyusun data menyajikan data dalam bentuk diagram,gambar dan tabel 5 Pembuktian hipotesisKecakapan menelaah dan membahas data, kecakapan menghubung – hubungkan dan menghitungKetrampilan mengambil keputusan dan kesimpulan 6 Menentukan pilihan penyelesaianKecakapan membuat altenatif penyelesaian kecakapan dengan memperhitungkan akibat yang terjadi pada setiap pilihan DAFTAR PUSTAKA Anitha, S. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta Yama Pustaka. Dr. Daradjat metodik khususpengajaran agama islam,Jakarta bumi aksara Ahmad Sabri, teaching, press. Arends, Richard I. 2008 . Learning to Teach Belajar untuk Mengajar. Edisi Ketujuh/ Buku Dua. Terjemahan Helly Pajitno Soetjipto & Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta Pustaka Pelajar Dhajiri, Ahmad Kosasih. 1985. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral-VCT dan Games dalam VTC. Bandung Jurusan PMPKn IKIP Gulo, W. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta PT. Grasindo Sardiman. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta PT. Grafindo. Sudirman,dkk.1987.Ilmu Pendidikan. Bandung Remadja Karya Syaiful Bahri Djamara dan Drs Aswan Zain . 2006 Strategi Belajar Mengajar,  Jakarta Rineka Cipta Arifah, P. 2011. Penggunaan metode pembelajaran snowball drilling. Surakarta Universitas Sebelas Maret. Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung Pustaka Setia. Nurhidayati, S. 2010. Implementasi Improving Learning dengan Metode Drill dan Resistasi Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa. Surakarta Universitas Sebelas Maret. Roestiyah, N. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Rineka Cipta. Sapoetra, H. Metode Latihan Drill. diakses tanggal 2 februari 2016 pukul Sudjana, N. 1995. Dasar Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung Sinar Baru Algensindo. Syamsiah, I. 2014. Penerapan metode drill untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jakarta UIN Jakarta. Syarifudin, belajar Media Zuhraini, dkk. 1983. Methodik khusus Prndidikan Nasional Sagala, dan Makna Surachmat, Pengajaran
metode pembelajaran fisika yang menyenangkan